Hai perkenalkan saya meong, seorang mahasiswa di universitas swasta di Kota Makassar, saya bukanlah seorang penulis, makanya jangan heran kalau tulisan saya tidak bagus dan tidak rapih.
Malam ini saya membaca buku dari Boy Candra yang berjudul "Sebuah usaha melupakan" saya tak tahu mengapa saya membaca buku ini, apakah pikiran ini menuntunku untuk mencari cara atau usaha untuk melupakan dia ? Tapi hati ku selalu bertentangan dengan apa yang ada dipikiran ku.
Cerita yang akan saya tulis ini tentang saya, dia, dan DIA. Saya tak tahu harus memulai nya dari mana, apakah saat pertama kali saya berinteraksi dengan dia, ataukah pertama kali saya melihatnya.
## 2012 - 2013 ~ Pengharapan
Tahun ini saya duduk di bangku (Kelas 2 SMA) saya seperti siswa pada umumnya yang mengalami masa-masa indah di sekolah, dari percintaan, persahabatan, terkecuali kepopuleran, yup betul saya bukanlah seorang yang populer saat SMA, saya sangat cupu, jelek, pemalu, jarang keluar kelas, dan tidak gabung organisasi apapun.
Oh iya 'dia' satu sekolah denganku, tepatnya kakak kelas saya, dia sangat berbeda denganku, bisa dibilang dia itu kebalikan dari saya, bahkan jadi rebutan berbagai laki-laki di SMA ku, disinilah pengharapan pertama ku untuk mendapatkan nya.
Saya selalu berusaha dan mencari cara untuk mendekatinya namun selalu menemui jalan buntu, contohnya saja saya pernah mencoba untuk mengirimkan pesan dengan menggunakan sosial media FACEBOOK, namun hanya sebatas dilihat :') . Tak sampai disitu, saya mengirimkan pesan berulang-ulang berharap dibalas, namun berulang-ulang pula pesanku hanya dilihat (read).
Saat itu saat hari kelulusan kelas tiga, disini saya mulai memikirkan untuk melupakannya, karena dia akan melanjutkan pendidikan di bangku kuliah, dimana akan banyak lagi yang mendekati dia. Saya berusaha melupakan nya dengan cara mencari orang yang tertarik dengan saya, dan merespon saat saya mendekatinya. Saya tidak akan menceritakan kisah cinta saya dengan mereka (mantan) intinya mereka semua telah menemani masa remaja ku.
Bersambung.....
No comments:
Post a Comment